Photobucket Daftar di PayPal, lalu mulai terima pembayaran menggunakan kartu kredit secara instan.

Sunday, November 28, 2010

Nasib Waterboom Nawang Wulan di Waduk Gajah Mungkur

Proses pembangunan Water Boom Nawang Wulan yang berlokasi di kompleks wisata Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, menyimpan sejumlah persoalan. Sejumlah pengusaha kontraktor dan pemilik toko bangunan, mengaku belum menerima kejelasan pembayaran material yang telah terpakai. Dinas pariwisata kebudayaan dan olahraga Kabupaten Wonogiri juga mengaku kesulitan berkoordinasi dengan pihak investor mega proyek pembangunan Waterboom Nawang Wulan Wonogiri sendiri, pengerjaanya sudah berjalan hampir 5 bulan ini. Pengerjaan proyek dilakukan oleh PT Sridjamin Jaya. Sabtu siang, sejumlah pengurus kamar dagang dan industri protes karena PT Sridjamin seret dalam membayar kewajiban dalam hal ini order bahan material terhadap para pengusaha bangunan. Uang pengerjaan proyek hingga kini juga belum dibayar. Kadin mengklaim total nilai yang seharusnya dibayar PT Sridjamin Jaya mencapai 4 milyar rupiah. Direktur Utama PT Srijamin Jaya Andi Ceka, saat hendak dimintai konformasi sedang tidak berada di tempat. Berdasar keterangan sekretaris pribadinya Elis, Andi sedang berada di garut jawabarat. Namun sekpri direktur utama pemenang tender itu mengatakan, proses pengerjaan Waterboom dihentikan sementara waktu, karena perlu adanya evaluasi terkait sejumlah permasalahan. Diantaranya mengenai pembangunan yang kurang sesuai dengan rencana. Dinas Pariwisata Wonogiri selaku SKPD yang membawahi proyek ini juga menyatakan kesulitan menjalin komunikasi dengan pelaksana proyek Water Boom Nawang Wulan. PT Srijamin jaya dikatakan selalu mengelak bila diajak berkoordinasi mengenai kelanjutan pembangunan waterboom. Dinas pariwisata mengancam memutus kontrak pembangunan, bila dalam waktu satu pekan ke depan PT Srijamin Jaya masih bersikap sama.

Wednesday, April 14, 2010

PESONA WADUK GAJAH MUNGKUR

















Benar - benar Panorama yang indah dari sebagian Pesona Waduk Gajah Mungkur.

Saturday, April 10, 2010

Asal Usul Waduk Gajah Mungkur

Karena ambisi yang menggebu agar Gajah Madep, cucu tercintanya bisa menggantikan Gajah Mego menjadi Pengangeng Puri Gajah Mego, Eyang Sepuh nenek Gajah Madep menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.

Eyang Sepuh dengan bantuan kekuatan jahat Bik Birah yang menguasai Ilmu Hitam berusaha mencelakai Gajah Mungkur, tapi karena bantuan Burung Hantu yang menjadi utusan Ki Batuaji, maka akhirnya Gajah Mungkur berhasil lolos dari bahaya yang mengancamnya.

Dan setelah melalui liku cerita, maka akhirnya nasib Bik Birah pun harus berakhir ditangan Ki Batuaji yang merupakan Orang Pintar beraliran Putih. Tetapi Gajah Mungkur yang merasa geram karena Gajah Mego, papa kandungnya meninggal karena Gajah Madep, membuat perhitungan pada Gajah Madep.

Maka, tanpa bisa dihindari, mimpi Ratna Manikan dan Ratna Intan akhirnya jadi kenyataan, kedua Gajah besar yang merupakan jelmaan dari Gajah Mungkur dan Gajah Madep akhirnya berkelahi untuk saling memusnahkan satu sama lain.

Konon karena akibat perkelahian dari dua gajah tersebut, maka muncullah sebuah waduk yang kemudian diberi nama Waduk Gajah Mungkur...

Waduk Gajah Mungkur


Kabupaten Wonogiri memiliki sebuah ikon yang sangat terkenal yaitu Bendungan Serbaguna Wonogiri atau dikenal sebagai Waduk Gajah Mungkur Wonogiri. Bendungan ini merupakan waduk terbesar se-Asia Tenggara yang dibangun dengan fungsi utama sebagai pengendali banjir (Flood Control) Sungai Bengawan Solo.

Waduk Gajah Mungkur dibangun dari tahun 1976 sampai dengan tahun 1981 berlokasi 7 Km arah selatan Kota Wonogiri tepat dibagian hilir pertemuan kali Keduang. Luas daerah genangan lebih dari 8.800 ha dan luas daerah yang dibebaskan 90 km2 yang terdiri dari 51 desa di 7 Kecamatan. Pengerjaan pembangunan Waduk Gajah Mungkur dilakukan secara swakelola dengan bantuan konsultan dari Nippon Koei Co, Ltd Jepang.

Pada saat pembebasan daerah genangan ini mengorbankan 12.525 kepala keluarga (KK) terdiri dari + 68.750 jiwa yang secara sukarela melakukan Program Bedhol Desa dengan bertransmigrasi ke berbagai daerah antara lain :

- Sitiung (Propinsi Sumatera Barat)

- Jujuhan, Rimbo Bujang, Alai ilir, Pemenang (Propinsi Jambi)

- Air Lais, Sebelat, Ketahun, Ipuh (Propinsi Bengkulu)

- Panggang, Baturaja (Propinsi Sumatera Selatan)

Dari segi infrastruktur banyak yang harus dilakukan penataan ulang diantaranya adalah relokasi jalan yang dahulu menghubungkan Wonogiri-Wuryantoro, Wuryantoro-Eromoko, Eromoko-Baturetno, dan Baturetno-Tirtomoyo. Panjang keseluruhan jalan yang direlokasi mencapai 43,4 Km, terdiri dari 34,4 km jalan baru dan 9 km perbaikan jalan lama. Dibangun pula jembatan baru sebanyak 16 buah dengan total panjang 786 m. Jaringan telephon yang tergenang diganti dengan jaringan baru antara Wonogiri-Semanding sepanjang 35 km dan Wonogiri-Wuryantoro sepanjang 9 km.

Kondisi secara umum Waduk Gajah Mungkur adalah sebagai berikut :

· Luas daerah tangkapan air seluas kurang lebih 1.350 km2

· Waduk Gajah Mungkur memiliki 6 (enam) Daerah Aliran Sungai / DAS seluas 1.260 km2 yaitu Sub DAS Keduang, Tirtomoyo, Temon, Bengawan Solo Hulu, Alang, Ngunggahan;

· 74 % daerah tangkapan air masuk wilayah Kabupaten Wonogiri

· Daerah pasang surut seluas kurang lebih 6.000 Ha, dan yang digunakan oleh masyarakat untuk budidaya pertanian seluas kurang lebih 804 Ha;

· Luas daerah sabuk hijau atau Green Belt kurang lebih 996 Ha;

Berbagai manfaat yang diperoleh dari Pembangunan Waduk Gajah Mungkur antara lain :

Ø Pengendalian banjir (flood control) sungai Bengawan Solo, dari 4000 m3/detik menjadi 400 m3/detik, sesuai kapasitas maksimum alur sungai di hilir bendungan;

Ø Penyediaan air irigasi untuk kurang lebih 23.600 ha di daerah Kabupaten Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, dan Sragen.

Ø Penyediaan tenaga listrik untuk daerah Kabupaten Wonogiri dengan kapasitas maksimum 12,4 MW;

Ø Obyek pariwisata disekeliling Waduk Gajah Mungkur. Obyek wisata yang paling terkenal adalah Obyek Wisata Sendang Asri Wonogiri yang menyediakan berbagai fasilitas sarana rekreasi;

Ø Budidaya perikanan air tawar, terutama untuk budidaya Karamba Jala Apung ikan nila.

Seiring dengan perkembangan kondisi alam yang sangat dinamis, Waduk Gajah Mungkur saat ini mengalami keadaan yang sangat memprihatinkan. Umur pakai waduk direncanakan selama 100 tahun, akan tetapi berdasarkan perkembangan terakhir, umur pakai waduk diperkirakan hanya tinggal 10-15 tahun lagi.

Hal ini disebabkan oleh laju sedimentasi yang sangat tinggi terutama dari 6 Sub Daerah Aliran Sungai yang menyebabkan semakin kecilnya daya tampung air. Sub DAS Keduang merupakan penyumbang terbesar terjadinya sedimentasi yang mempercepat pendangkalan waduk. Wilayah Sub DAS Keduang sendiri cukup luas meliputi 83 Desa/ Kelurahan yang tersebar di 9 Kecamatan. Dengan semakin dangkalnya waduk dikhawatirkan tidak akan sanggup lagi menampung air penyebab banjir terutama bagi daerah hilir sungai Bengawan Solo.

Oleh karena itu, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah untuk menyelamatkan waduk Gajah Mungkur yang juga merupakan salah satu asset bangsa. Pengorbanan masyarakat Wonogiri yang dahulu telah rela melepaskan tanah kelahiran untuk pembangunan Waduk Gajah Mungkur setidaknya dapat dijadikan suatu motivasi agar upaya penyelamatan waduk Gajah Mungkur ini dapat segera dilaksanakan.